Journalism Day 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2021 dengan tema "Jurnalisme Bencana, Bukan Eksploitasi Kabar Bencana". Pada acara ini yang menjadi pembicara adalah Kencana Ariestyani, Mantan Jurnalis yang sebelumnya aktif meliput berita bencana dan saat ini sebagai akademisi serta pengamat isu Jurnalisme, dan Ahmad Arif selaku penulis buku Jurnalisme Bencana, Bencana Jurnalisme.Sebagai pembicara, mbak Kencana dan mas Ahmad memberitahukan bagaimana meliput Jurnalisme bencana serta memberitahukan kita Jurnalisme bencana itu sendiri apa. Mungkin memang kurang sering dibahas, mungkin karena bencana besar atau bencana yang sering jadi sorotan juga mungkin jarang diinformasikan atau kalaupun ada bencana tidak langsung banyak atau jadi viral begitu saja. Jadi mungkin agak sedikit terlewat beberapa ilmu mengenai Jurnalisme bencana.
Menurut Mas Ahmad sendiri jurnal jurnalisme bencana dan eksploitasi kabar bencana
sebenarnya sering disalahpahami, jadi bencana Itu seringkali dipahami hanya sebagai kejadian dan seolah-olah seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami saat terjadi saja padahal sebenarnya dampak setelah itu termasuk bencana. Sebenarnya sekarang ini krisis kesehatan ini juga bagian dari bencana yang jelas bahwa bencana itu suatu kejadian yang berdampak pada orang. Sedangkan menurut Mbak Kencana, jurnalisme bencana itu bagaimana kita kemudian mengumpulkan informasi yang untuk kemudian kita sampaikan menjadi berita yang terkait dengan peristiwa bencana yang dialami oleh warga dan disebabkan karena adanya bencana alam maupun bencana buatan.
Jurnalis yang terjun langsung adalah jurnalis yang sudah memiliki kualifikasi tertentu itu sayangnya di Indonesia seringkali kadang-kadang jurnalis yang diterjunkan ke bencana itu yang relatif baru dan belum sekali ada pengalaman. Bekali diri dengan skill skill tertentu yang memang dibutuhkan untuk meliput di lokasi bencana seperti itu. Kita juga tahu bagaimana kita bisa membuat diri kita tetap aman di lokasi bencana selama kita melakukan peliputan termasuk juga yang penting adalah bagaimana kita bisa mengantisipasi trauma para jurnalis yang sudah lama meliput di lokasi bencana. Pada saat memberitahukan berita, kita harus bisa memberikan 5W 1H karena karakteristik berita televisi adalah kekuatan visual yang dilengkapi dengan narasi dan terbatas durasi.
Semoga blog saya pada kali ini bermanfaat untuk kalian semua.
Comments
Post a Comment